Komisaris Utama HM Soerya dan Plt Gubernur: Puri Khayangan Pionir Menjawab Kebutuhan Hunian Warga

EVENT

Apartemen Puri Khayangan Residence Batam Centre resmi melakukan toping off, Sabtu (30/11/2019).

Acara toping off ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng oleh Komisaris Utama PT Kinarya Rekayasa, HM Soerya Respationo, SH,MH didampingi Direktur Utama Ir Sulistyana MT.

Selain itu juga mantan kepala BP Batam Mustofa Widjaya, anggota DPRD Kepri mewakili Ketua DPRD, Sugianto SH, ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH,MH, anggota DPRD Kota Batam Putra Yustisi Respaty, dan lain-lain.

Dalam acara seremonial toping off ini, juga dilakukan secara semarak dengan dihadiri para undangan pejabat, tim yang terlibat dalam pembangunan, relasi bisnis, agensi, anggota DPRD Kepri maupun Kota Batam, dan lain-lain. Acara dipandu oleh MC ternama yang juga anggota DPRD Kepri Asmin Patros. Dalam sambutannya, HM Sorya Respationo SH,MH menyatakan kebanggaanya pembangunan apartemen pionir di Batam ini terlaksana dengan lancar dan tepat waktu.

“Ini sesuatu yang sangat diapresiasi karena ini dikerjakan secara profesional, oleh tenaga-tenaga muda. Arsitek, orang teknik, semua berprestasi,” kata Soerya dalam sambutannya.

Dikatakan, setelah sukses membangun Puri Khayangan, pihaknya pada awal tahun 2020 akan menggarap dua proyek yang jauh lebih besar di Batam.

Dua proyek yang masing-masing proyek terdiri dari tiga tower itu berlokasi di Batuampar dan Nagoya Lubukbaja.

Ditegaskan, proyek ini pada prinsipnya untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat di Batam. Hunian vertikal berkualias dan terjangkau, akan menjadi solusi seiring terbatasnya lahan dan kian kompleksnya mobilitas ekonomi sosial warga.

Hal serupa diungkapkan Dirut PT Kinarya, Ir Sulistyana MT. Dengan keberhasilan ini, ia optimis dan siap membangun apartemen atau tower-tower hunian yang lain.

“Ini menjadi pengalaman bagi kami. Kamis siap untuk selanjutnya membangun Puri Kayangan- Puri Khayangan yang lain guna menjawab masalah hunian di Batam maupun Kepri pada umumnya,” katanya.

Bahkan yang lebih membanggakan, proyek yang dilaunching pada 2017 itu, terlaksana tanpa adanya insiden kecelakaan kerja (zero accident).

“Ini bagian dari perofesionalitas kita untuk menggarap sebuah proyek. Kita selalu menekankan SOP keselamatan sesuai standar yang semestinya,” katanya.

Sedangkan H Isdianto, selain mengapresiasi kesungguhan dari team work yang ada, ia juga berharap banyak bahwa ke depan manajemen yang profesional itu bisa memberikan sumbangsih dalam pembangunan di Kepri.

Selain di Batam, hunian vertikal bisa direalisasikan di wilayah yang lain di Kepri.

Bahkan terobosan-terobosan solusi ini merupakan bagian dari program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang harus didukung penuh.

Apartemen Puti Khayangan terdiri dari 18 lantai yang totalnya menyediakan 498 unit dalam dua tipe. Selain itu juga terdapat 24 unit bisnis berupa ruko.

Apartemen itu juga dilengkapi dua lantai khusus parkir, ruang sosial, serta fasilitas-fasilitas standar sebagaimana amanat UU Rumah Susun.(pwk)

sumber : www.suryakepri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *